Program Malaria Indonesia Timur

PROGRAM MALARIA DI INDONESIA TIMUR: peluang dan tantangan.

PENDAHULUAN
Kawasaan Timur Indonesia adalah “gudang” parasit malaria. Banyak kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh parasit malaria. Jenis parasit yang terkenal ganas di daerah ini adalah Plasmodium Falsiparum. Sudah banyak kematian maupun cedera otak yang disebabkan parasit ini dan tidak mengenal status manusia: tua-muda, bayi-dewasa, kaya-miskin, pejabat pemerintah –swasta, awam-tokoh agama, tenaga kesehatan – orang biasa, dan lain lain. Bahkan telah dilaporkan adanya dokter PTT yang meninggal akibat serangan parasit ganas ini, karena ketidak-tahuan si dokter tentang gejala penyakit ini dan tentang pengobatannya yang tepat.
Sebetulnya Kementerian Kesehatan dengan bantuan Global Fund, sudah melakukan program pemberantasan malaria di daerah ini sejak lebih dari tiga tahun yang lalu. Tetapi nampaknya, pemberantasan malaria tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, karena tidak efektif. Masalah transportasi, komunikasi, keterbelakangan pendidikan dan keterbatasan tenaga kesehatan, merupakan faktor penghambat untuk keberhasilan program pemberantasan malaria tersebut. Tanpa keterlibatan organisasi/lembaga non pemerintah (NGO /non-government organization) dan tanpa keterlibatan masyarakat, program pemberantasan malaria akan sulit dilaksanakan dan dengan demikian angka kegagalannya akan cukup tinggi.
Banyak pertanyaan dilontarkan kepada Perdhaki, baik oleh Unit Kesehatan maupun oleh Keuskupan di Indonesia Timur, mengapa Perdhaki tidak melibatkan diri dalam Program Pemberantasan Malaria di Indonesia Timur. Padahal infra-struktur Perdhaki dan Keuskupan, cukup kuat didaerah ini, khususnya di NTT, Maluku dan Papua.
PELUANG
Pada akhir tahun ini (2011), Global Fund dan Kementerian Kesehatan akan mengumumkan tawaran kepada semua organisasi/lembaga baik pemerintah maupun non-pemerintah (NGO) untuk berperan-serta dalam program pemberantasan malaria yang disebut Program Malaria GF Ronde 11. Ini merupakan kesempatan baik untuk Perdhaki, unit-unit kesehatan Katolik dan jajaran Keuskupan sampai ke paroki-paroki dan stasi-stasi, untuk mengambil bagian dalam program pemberantasan malaria di Indonesia Timur.
Namun keterlibatan kita, perlu dipersiapkan dengan mengumpulkan data-data yg diperlukan, seperti lokasi dan kapasitas unit kesehatan kita, lokasi dan kapasitas paroki/stasi, jumlah umat dan masyarakat di sekitarnya yang membutuhkan bantuan maupun yang mampu memberi kontribusi dalam program ini. Data-data ini harus terkumpul sebelum Perdhaki mengajukan diri untuk menjadi penyelenggara Program Pemberantasan Malaria di kawasan Timur Indonesia ini. Data-data ini diperlukan untuk menyusun perencanaan program.
Program yang akan dilaksanakan mirip dengan program pemberantasan malaria di pulau Kalimantan dan Sulawesi, di mana Perdhaki sudah melibatkan diri sejak hampir dua tahun yang lalu. Di kedua pulau tersebut, program utama adalah distribusi kelambu anti nyamuk kepada keluarga-keluarga, kepada ibu hamil dan kepada bayi. Selain itu, kegiatan diagnosis dan pengobatan malaria, baik di Unit Kesehatan (dengan pemeriksaan mikroskopis) maupun di desa-desa (perangkat Pos Malaria Desa/Paroki), dengan pemeriksaa RDT=Rapid Diagnostic Test. Pelatihan-pelatihan akan dilaksanakan baik bagi petugas kesehatan maupun tenaga masyarakat sukarela non kesehatan.

TANTANGAN
Keterlibatan dalam suatu program Global Fund memberikan tantangan tersendiri. Global Fund menuntut hasil (=result based) yang bisa diukur dan menuntut akuntabilitas atas setiap sen dana yang diberikan oleh Global Fund. Dua hal ini justru merupakan kelemahan kita selama ini. Kegiatan yang kita lakukan seringkali tanpa menetapkan target pencapaian yang diinginkan atau asal kerja saja. Pengeluaran dana seringkali hanya atas dasar kepercayaan saja, tanpa dokumen-dokumen sah yang diakui pihak donatur.
Jika kita mau terlibat dalam program pemberantasan malaria tersebut, maka marilah kita mempersiapkan diri dalam segala hal, baik persiapan data-data maupun perubahan sikap mental menuju kepada Result Base dan Akuntablitas. Marilah kita bersiap diri, menghadapi tantangan, mengambil peluang, untuk kesejahteraan masyarakat kita.
FHG

Iklan