Kolaborasi Kemenkes Dengan Perdhaki PadaImunisasi Nasional Untuk Penurunan Angka Anak Dengan Zero Dose Melalui Dukungan Hibah Gavi

MENJEMPUT HARAPAN, MENURUNKAN ZERO DOSE OLEH PERDHAKI

Program imunisasi sejatinya adalah benteng terbaik yang dimiliki masyarakat: benteng yang terbukti mampu menahan penyakit berbahaya seperti tetanus, pertusis, polio, dan hepatitis B. Namun di beberapa wilayah, tantangan justru semakin besar. Ada orang tua yang ragu, ada yang belum paham manfaat imunisasi, dan ada pula yang tinggal di lokasi terpencil sehingga sulit mencapai fasilitas kesehatan. Mis-informasi dan ketakutan akan efek samping vaksin membuat sebagian keluarga memilih menjauh dari layanan imunisasi.

Melihat kenyataan itu, Kementerian Kesehatan menyadari satu hal penting: mereka tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan kekuatan dari berbagai pihak—mulai dari tokoh masyarakat, pemimpin agama, hingga organisasi kesehatan yang sudah dekat dengan masyarakat. Salah satunya adalah Perdhaki, lembaga yang telah lama bekerja dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

Maka dimulailah sebuah perjalanan bersama: Imunisasi Kejar Anak Zero Dose Perdhaki.Tim Perdhaki, bidan desa, dan kader posyandu turun langsung ke lapangan untuk mengetuk pintu rumah satu per satu, menyapa dengan senyum dan menjelaskan secara sabar mengapa imunisasi diperlukan yakni hak setiap anak. Para tokoh masyarakat dilibatkan untuk memberikan contoh dan dukungan. Para ibu mulai memahami bahwa imunisasi bukan sekadar suntikan, tetapi perlindungan masa depan.
Setiap anak yang berhasil dijangkau menjadi sebuah kemenangan kecil yang berarti besar. Setiap rumah yang mereka datangi menambah satu harapan baru. Pelan namun pasti, daftar anak zero dose mulai berkurang.

Tujuan dan Sasaran:
Menyentuh Setiap Anak yang Belum Terlindungi
Tujuan kegiatan ini sederhana namun sangat bermakna: memberikan imunisasi kepada bayi dan anak-anak agar memiliki kekebalan tubuh aktif terhadap penyakit menular berbahaya.
Sasaran utama adalah anak-anak bayi dan balita—mulai dari yang belum lengkap status imunisasinya hingga yang sama sekali belum pernah menerima vaksin (zero dose). Mereka adalah anak-anak yang paling rentan, namun paling membutuhkan perlindungan.
Bagi tim di lapangan, setiap sasaran bukan sekadar angka. Mereka adalah wajah-wajah kecil dengan masa depan yang harus diamankan.

Pelaksanaan Kegiatan:
Menjembatani Layanan, Menjemput Sasaran
Pelaksanaan imunisasi kejar dimulai dari sebuah proses panjang bernama koordinasi. Melalui Zoom meeting, surat resmi, hingga grup WhatsApp, Perdhaki Pusat, Perdhaki Wilayah, Dinas Kesehatan, beserta puskesmas dan posyandu duduk bersama—menyamakan persepsi, menentukan lokasi, membagi tugas, dan memastikan logistik tersedia. Pada hari pelaksanaan, tim kembali berkumpul untuk briefing singkat, memastikan setiap langkah berjalan satu arah.
Setelah itu, tim turun ke lapangan dengan dua pendekatan utama:

  1. Pelayanan di Posyandu
    Di posyandu-posyandu, suasana selalu hidup. Anak-anak datang digendong ibu, ayah,pengasuh,atau nenek/kakek. Petugas memeriksa buku KIA, memberikan imunisasi sesuai jadwal, dan memastikan anak-anak yang datang mendapatkan pelayanan terbaik.
    Di beberapa tempat, kecamatan dan kelurahan turut terlibat sehingga kegiatan berjalan lebih ramai dan terkoordinasi.
  2. Sweeping dari Rumah ke Rumah
    Inilah bagian paling menantang sekaligus paling bermakna. Tim melakukan penyisiran ke rumah-rumah untuk mencari anak yang belum sempat datang ke posyandu—baik karena kendala jarak, transportasi, musim tanam, atau kekhawatiran orang tua.
    Dengan pendekatan interpersonal, tim memberikan penjelasan yang menenangkan dan meyakinkan. Tidak jarang, sweeping membuka pintu hati keluarga yang sebelumnya menolak imunisasi. Sebagian ayah yang sedang bekerja di luar kota bahkan diedukasi melalui video call agar memahami pentingnya perlindungan bagi anak mereka.
    Perjalanan menyusuri lorong desa, meniti jalan berbatu yang licin, dan menembus jarak antar wilayah bukan pekerjaan mudah. Namun setiap kali menemukan anak yang akhirnya bersedia diimunisasi, kelelahan itu hilang diganti rasa syukur, bahagia yang tak terhingga.

Hasil Kegiatan:
Setiap Anak yang Terjangkau Adalah Kemenangan
Dari pelaksanaan ini, berbagai hasil penting berhasil dicapai:

  • Banyak anak berhasil mendapatkan imunisasi melalui kunjungan rumah maupun posyandu.
  • Sweeping berhasil menemukan anak-anak yang belum terimunisasi, membuka peluang perbaikan status imunisasi mereka.
  • Permasalahan keluarga yang belum memberikan imunisasi teridentifikasi—mulai dari ketidaktahuan, hambatan transportasi, hingga kekhawatiran efek samping.
  • Edukasi diberikan secara intens, baik langsung maupun melalui video call bagi keluarga yang sulit ditemui.
  • Koordinasi yang efektif dengan Dinkes kabupaten/kota dan provinsi membantu menjaga ketersediaan logistik, sehingga pelayanan tetap berjalan.

Kendala: Tantangan di Lapangan yang Menguji Ketangguhan Tim
Di balik pencapaian tersebut, ada berbagai kendala yang harus dihadapi:

  • Ketersediaan logistik dan vaksin yang terkadang kosong
  • Pada beberapa jenis vaksin pemberiannya bergantung pada Indeks Pemakaian (IP).
  • Jarak rumah sasaran yang jauh, transportasi terbatas, dan kondisi jalan yang rusak( jembatan putus bahkan melewati jalanan yang ekstirm).
  • Musim tanam/panen yang membuat anak tidak dibawa untuk imunisasi.
  • Kekhawatiran akibat pengalaman demam pascaimunisasi.
  • Pengetahuan keluarga tentang imunisasi yang masih minim.
  • Pernikahan usia muda yang membuat keputusan imunisasi sering terhambat.
  • Mobilitas keluarga antar wilayah yang membuat jadwal imunisasi terlewat.
  • Obat penurun demam untuk imunisasi tertentu belum tersedia secara memadai.

Namun semua kendala itu tidak menghentikan langkah tim. Sebaliknya, menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk kegiatan berikutnya.

Dan begitulah, program imunisasi kejar Perdhaki tidak hanya menurunkan angka zero dose, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, kebersamaan, dan harapan di setiap keluarga. Benteng kekebalan masyarakat perlahan dibangun kembali—dimulai dari desa kecil, dari pintu ke pintu, dari satu anak ke anak lainnya.
Penutup: Melindungi Anak, Menguatkan Masa Depan
Pelaksanaan Kejar Imunisasi di empat wilayah ini mengajarkan satu hal penting:
imunisasi bukan hanya kegiatan medis, tetapi kerja kemanusiaan.
Ini adalah kerja yang menyentuh rumah-rumah keluarga, mengetuk pintu dengan penuh kesabaran, dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal.

Perdhaki, Dinas Kesehatan, puskesmas, posyandu, kader, dan masyarakat telah berjalan bersama. Dan setiap anak yang berhasil diimunisasi adalah bukti bahwa kerja bersama dapat mengubah masa depan.
Perjalanan ini belum selesai—tetapi langkah hari ini telah membawa kita lebih dekat kepada tujuan besar: Indonesia dengan anak-anak yang sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Translate »