Posyandu dan Kemitraan dengan RS Santo Borromeus

ABSTRAK

Posyandu Wijayakusumah Bandung Juara Lomba Nasional

Melalui Kemitraan dengan RS Santo Borromeus

Oleh : Theresia Suheni, AMK

Yohanes Sugimo, SE

Maria Desli S.KM

Rumah Sakit Santo Borromeus (RSB) adalah salah satu rumah sakit swasta di kota Bandung yang mendukung program pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif. Dukungan RS. Santo Borromeus melalui bagian Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS RSB) terbukti dengan terlaksananya program promosi kesehatan salah satunya kegiatan promosi kesehatan rumah sakit.

Salah satu kegiatan promosi kesehatan rumah sakit adalah kemitraan. Kegiatan kemitraan dilakukan pada beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta, salah satunya menjalin kemitraan dengan Posyandu Wijayakusumah di RW 13 Kelurahan Sekeloa Selatan Bandung. Secara adminstratif lokasi RS. Santo Borromeus berada dalam satu wilayah kecamatan dengan Posyandu Wijayakusumah yaitu kecamatan Coblong kota Bandung.

Pelaksanaan promosi kesehatan untuk Posyandu Wijayakusumah dilakukan 1 bulan sekali setiap Senin minggu ke-4 yaitu edukasi untuk kader dan masyarakat yang tinggal di sekitar atau masyarakat yang datang berkunjung ke Posyandu Wijayakusumah. Materi promosi kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para kader Posyandu dan masyarakat, seperti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi pada ibu hamil, gizi pada bayi dan balita, kesehatan ibu dan bayi dan manajemen laktasi.

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan balita, bagian Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS RSB) melakukan pelatihan pijat bayi untuk kader Posyandu Wijayakusumah sehingga keterampilannya berguna untuk masyarakat sekitarnya. Pijat bayi bermanfaat untuk perkembangan fisik dan emosi bayi dan sarana indah membangun ikatan emosional yang kuat antara bayi dan orang tua. Pelatihan diberikan oleh bidan RS Santo Borromeus yang sudah bersertifikat dan kompeten. Para kader dibekali dengan teori ilmu dasar kesehatan dan keterampilan pijat bayi. Untuk memastikan standar kompetensinya Kader Posyandu Wijayakusumah mendapat pembinaan rutin dari RS Santo Borromeus.

Setelah mendapat pelatihan para kader melakukan pijat bayi di Posyandu Wijayakusumah dan melakukan inovasi layanan online Kasaba (Kader Sayang Balita) di mana para kader Posyandu Wijayakusumah bisa dipanggil melakukan pijat bayi di rumah warga (masyarakat). Pada saat memberikan pelayanan para kader juga memberikan penyuluhan dan konsultasi tentang kesehatan dasar bagi ibu dan anak. Dengan kehadiran dan kegiatan kader dari rumah ke rumah warga, hak anak untuk mendapatkan kesehatan optimal terpenuhi sehingga menjadikan generasi terbentuk penerus bangsa yang sehat dan kuat.

Kiprah bidang kesehatan yang dilakukan Posyandu Wijayakusumah mendapat pengakuan dari pemerintah dan masyarakat dengan keluar sebagai Juara Nasional Lomba Posyandu 2017, dan dipublikasikan oleh harian Kompas Senin, 29 Mei 2017. Untuk mengikuti lomba Posyandu Wijayakusumah mempersiapkan diri dengan baik dan konsisten, dan bermitra dengan RS. Santo Borromeus sebagai pembinanya. Dan bukan hanya dalam rangka perlombaan saja namun aktivitasnya berlangsung rutin sebagai tanggung jawab dalam meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

Keberhasilan Posyandu Wijayakusumah sebagai Juara Lomba Posyandu Nasional 2017 berkat kerjasama yang baik antara pengurus, para kader dan pihak ketiga. Salah satu pihak ketiga adalah RS Santo Borromeus yang aktif memberikan bimbingan bidang kesehatan berkelanjutan. ***

Kata kunci : Posyandu, Kemitraan, inovasi, pijat bayi, berkelanjutan

Iklan

Kemitraan Pembinaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Antara Kementerian Kesehatan dengan PERDHAKI yang Dibekukan

I Pendahuluan :
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya. Permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia selain AKI dan AKB dan penyakit menular yang masih tinggi namun penyakit degeneratif juga semakin meningkat.
Permasalahan tersebut akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat ber PHBS dan buruknya sanitasi lingkungan. Hal ini sesuai dengan capaian PHBS yang belum optimal yaitu pertolongan persalinan tenaga kesehatan sebesar 77,4% (Susenas 2009). Oleh sebab itu Kemenkes mengajak Organisasi Kemasyarakatan untuk meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat secara umum melalui kelompok – kelompok yang ada di ormas.

II Tujuan : Meningkatkan kerjasama antara Kemenkes dengan Perdhaki dalam upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (ber-PHBS).

III Proses Kemitraan
Kemitraan ini telah terlaksana dimulai tahun 2011 s/d 2012. Di dalam proses kemitraan banyak hal yang dipelajari, bukan saja bagaimana dengan pemberdayaan masayarakat tetapi menghadapi administrasi. Pada tahun ke 2 (2012) mengalami hambatan dalam pendanaan. Adanya kebijakan KPPN yang didapat dari Pusat Promkes sehingga kegiatan sementara dibekukan. Terlampir surat edaran dari Pusat Promkes.