Menuju Tua: Sehat, Mandiri, Produktif

MENUJU TUA: SEHAT, MANDIRI, PRODUKTIF

Inilah tema hari kesehatan sedunia (HKS) 2012, 7 April. Tahun 2012 adalah HKS ke-64, yang merupakan ulang tahun pembentukan World Health Organization (WHO), yaitu 7 April 1948. Fokus WHO pada tahun 2012 adalah Ageing and Health (penuaan dan kesehatan), yang dijabarkan antara lain melalui peringatan HKS.

Mengapa tema ini?
Tema ‘Penuaan dan Kesehatan’ telah dipilih untuk HKS 64, tahun 2012, sebagai pengakuan, bahwa kesehatan merupakan faktor yang penting untuk menjadikan penuaan yang positif. Bertambahnya populasi lanjut usia (lansia) di satu sisi memberi makna kemajuan masyarakat modern, di sisi lain menuntut adanya aksi bersama yang sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan dan perlindungan kesehatan lansia.
Kesepakatan memilih tema nasional MENUJU TUA: SEHAT, MANDIRI, PRODUKTIF berdasarkan adanya keinginan bersama bahwa lansia harus tetap menjalankan gaya hidup sehat serta berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat. Kebutuhan pelayanan kesehatan, lingkungan dan fasilitas umum yang ramah lansia harus menjadi agenda prioritas pembangunan.
Jumlah penduduk lansia di Indonesia pada tahun 1990 adalah 11,3 juta jiwa (6,4%). Meningkat menjadi 15,3 juta (7,4%) pada tahun 2000. Pada tahun 2010 diperkirakan sama dengan jumlah anak balita yang sekitar 24 juta jiwa atau 9.77% dari seluruh jumlah penduduk. Pada tahun 2020 diperkirakan jumlah lansia akan meningkat menjadi 28,8 juta atau 11,34% dari total jumlah penduduk.
Populasi lansia di Indonesia yang terus bertumbuh, dikhawatirkan akan membuat angka beban ketergantungan (dependency ratio) semakin besar. Karena terancam dengan triple burden berupa jumlah kelahiran bayi yang masih tinggi, penduduk muda masih dominan dan jumlah lansia terus meningkat. Hanya bila warga lansia dapat tetap produktif, ancaman ini tidak akan menjadi kenyataan.

Sehat, mandiri, produktif
Pada masa yang lalu, ketika jumlah lansia belum banyak, di negara-negara maju didirikan banyak panti untuk lansia. Namun, jumlah lansia saat ini sama, bahkan melampaui jumlah balita. Maka pada Madrid International Plan on Ageing A…. pada tahun 2002 disepakati agar para lansia sedapat mungkin tinggal di rumah masing-masing. Untuk itu:
*ciptakan lingkungan ramah lansia yang mendorong kesehatan dan partisipasi aktif lansia;
*sediakan layanan kesehatan yang ramah lansia;
*tingkatkan peran serta lansia dalam pembuatan kebijakan publik ramah lansia;
*pertimbangkan pandangan lansia dalam setiap pengambilan keputusan dalam pembangunan di setiap tingkatan;
*sadari nilai kearifan lansia dan bantu mereka berpartisiasi dalam keluarga dan masyarakat;
*jangan lupa: promosikan kesehatan dalam setiap siklus kehidupan.

Lansia yang aktif, sehat dan produktif saja yang disebut lansia yang sukses. Dalam kamus kelanjutusiaan yang sukses tidak ada kata pensiun. Lansia tetap aktif sesuai hak asasi, tetapi harus dipastikan bahwa mereka sehat fisik, mental dan sosial. Porsi pekerjaan lansia lebih diarahkan untuk berbagi kearifan, pengetahuan dan pengalaman, bukan pekerjaan fisik, dengan waktu dikurangi sesuai dengan kemampuan dan kerelawanan.
Demikianlah antara lain masukan dari para narasumber dalan seminar sehari peringatan HKS 2012 dengan tema MENUJU TUA: SEHAT, MANDIRI, PRODUKTIF. ***els

KESEHATAN YANG BAIK MEMPERPANJANG USIA DAN KEHIDUPAN
(GOOD HEALTH ADDS LIFE TO YEARS)

CARA-CARA MENCAPAI KERENDAHAN HATI
1. Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri.
2. Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi.
3. Hindari rasa ingin tahu
4. Janganlah mencampuri urusan orang lain.
5. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.
6. Jangan memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain.
7. Terimalah hinaan dan caci maki
8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.
9. Mengalah terhadap kehendak orang lain.
10. Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya.
11. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seseorang memancing amarah anda.
12. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
13. Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar.
14. Pilihlah selalu yang tersulit.
*Dari berbagai sumber. =els=

“.. in the dimension of body, we are imprisoned;
in the dimension of psyche, we are driven;
in the dimension of spirit, we are free.. “
(James B. Fahry)

“When wealth is lost, nothing is lost,
when health is lost, something is lost,
when character is lost, everything is lost.”

(Dari seminar ‘Kesehatan spiritual menuju kesehatan holistik dalam pembangunan karakter dan pemantapan integritas bangsa’ 19 Oktober 2011 yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI.)

Terima kasih atas sumbangan untuk Buletin Perdhaki.
Jangan lupa cantumkan dengan jelas nama dan alamat pengirim sumbangan. Sumbangan dapat disampaikan melalui Bank Niaga Cabang Cikini no. rek. 023-01-10032-00-5 atas nama Perdhaki atau langsung ke Sekretariat Perdhaki, Jl. Kramat VI/7, Jakarta

Rekomendasi Dialog Interaktif Hari Kesehatan Sedunia “Urbanisasi dan Kesehatan” Jakarta, 7 April 2010

Urbanisasi merupakan isu global yang tidak terelakkan, termasuk oleh negara kita. Meningkatnya urbanisasi menyebabkan lebih dari 43 persen penduduk Indonesia kini tinggal di perkotaan. Diperkirakan angka itu akan meningkat menjadi 60 persen pada tahun 2025. Akibatnya, semua kota kini dan di masa mendatang harus menghadapi beban yang semakin berat dan berbagai dampak negatif urbanisasi berupa antara lain : lingkungan kumuh dan perumahan yang tidak sehat, pencemaran udara, gizi buruk, perilaku tidak sehat, meningkatnya kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit menular, penyakit tidak menular, dan kecelakaan, serta menurunnya kapasitas pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan.

Setelah mendengar masukan dan berdiskusi dengan para narasumber dalam Dialog Interaktif ” Urbanisasi dan Kesehatan ”, kami peserta Dialog Inteaktif menyampaikan rekomendasi sebagai berikut :

1. Kepada semua Pemerintah Daerah dan jajarannya untuk segera mengambil langkah-langkah mewujudkan Kota Sehat melalui berbagai upaya antara lain :
a. Membangun infrastruktur yang menjamin kesehatan warga, berupa tata ruang kota yang baik, sarana kebersihan dan sanitasi lingkungan, sarana bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda, rekreasi dan olah raga, taman paru-paru kota, serta sarana pelayanan kesehatan.
b. Menerapkan kebijakan-kebijakan yang menjamin kesehatan warga, berupa perluasan kawasan tanpa rokok, penyelenggaraaan hari bebas kendaraan bermotor, dan lain-lain.

2. Kepada semua sektor untuk mendukung terwujudnya Kota Sehat dengan mengembangkan kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan serta memfasilitasi pembangunan infrastruktur yang menjamin kesehatan warga kota.

3. Kepada semua pemangku kepentingan, termasuk kelompok-kelompok masyarakat dan dunia usaha, untuk berperan aktif memberdayakan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

4. Kepada dunia usaha untuk sebanyak-banyaknya memanfaatkan sumber daya tanggung jawab sosialnya ( corporate social responsibility ) bagi upaya-upaya kesehatan masyarakat.

Jakarta, 7 April 2010-05
(Sr. M)