Pedoman Praktis Pengendalian Penyakit Menular

PEDOMAN PRAKTIS DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR
Oleh : DR. Lukman Hakim
(Pensiunan Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan RI, yang saat ini bertugas sebagai Koordinator Project Management Unit Global Fund Komponen Malaria Kementerian Kesehatan RI)

1. Penyakit Bersumber Binatang :
a. Malaria :
1) Penderita : kalau seseorang dengan gejala demam yang diperkirakan 2 minggu yang lalu pergi sampai malam atau menginap di daerah endemis malaria (Atau diberikan pertanyaan, yang bersangkutan kira-kira 2 minggu ini pergi atau menginap di mana ? Kalau diperkirakan dari endemis malaria) ? dibawa ke sarana pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan ? selanjutnya oleh petugas kesehatan diambil dan diperiksa sediaan darahnya (dengan mikroskop atau Rapid Diagnostic Test) kalau ada Plasmodium sp di dalam darahnya ? kalau dinyatakan positif diberi Obati Anti Malaria (OAM).
2) Pengendalian vektor :
a) Untuk daerah endemis malaria dengan geografis pantai : kalau hujan mulai turun ? lagon atau muara sungai yang ada diukur salinitasnya dengan refraktometer (untuk petugas) ? kalau tidak ada refraktometer, petugas atau masyarakat dapat dengan mengamati munculnya lumut sutera atau lumut perut ayam (kemungkinan dapat ditemukan Jentik Anopheles sundaicus atau Anopheles subpictus) ? tindakan selanjutnya adalah membuka pasir yang memisahkan lagon atau muara sungai dengan laut, agar air laut masuk kedalam lagon atau muara sungai ? salinitas meningkat dengan tanda lumut sutera atau lumut perut ayam mati dengan tanda menghitam ? akibatnya jentik Anopheles sundaicus atau Anopheles subpictus akan mati.
b) Untuk daerah endemis malaria dengan geografis perbukitan : kalau hujan sudah mulai berkurang ? sumber air untuk keperluan sehari-hari yang berada di lembah-lembah (kemungkinan menjadi Tempat Perkembang Biakan Anopheles maculatus) ? diupayakan untuk mengambil dan memanfaatkan air untuk MCK (Mandi Cuci Kakus) pada siang hari (setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam).
b. Demam Berdarah Dengue :
1) Penderita : untuk di daerah endemis Demam Berdarah Dengue khususnya pada saat selesai liburan sekolah kalau ada seseorang dengan gejala demam mendadak ? dilakukan tourniquete test ? kalau keluar bintik-bintik merah di lengan ? kemungkinan suspect Demam Berdarah Dengue ? dibawa ke sarana pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan.
2) Pengendalian vektor :
a) Kota dengan sumber air minum perusahaan air minum daerah (PDAM): pada awal musim kemarau, hujan sudah mulai kurang ? debit PDAM mulai turun dan masyarakat mulai menampung air ? penyuluhan dan kegiatan pemantauan jentik mulai ditingkatkan ? sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau distribusi larvasida (abate atau altosid) oleh petugas kesehatan perlu ditingkatkan.
b) Penduduk yang memenuhi kebutuhan airnya dari sumber lain : pada awal musim hujan ? masyarakat mulai menampung air hujan ? penyuluhan dan kegiatan pemantauan jentik mulai ditingkatkan ? sosialisasi PSN atau distribusi larvasida (abate atau altosid) oleh petugas kesehatan perlu ditingkatkan.
c. Rabies :
1) Penderita : setiap seseorang digigit anjing (karena anjingnya diprovokasi maupun tidak diprovokasi) ? dilakukan cuci luka dengan sabun/detergen dengan air mengalir (untuk menghilangkan virus yang masuk lewat luka yang akan larut dengan sabun/detergen) ? selanjutnya dibawa ke sarana pelayanan kesehatan/petugas kesehatan untuk diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau dengan Serum Anti rabies (SAR) sesuai indikasi yang mendukungnya.
2) Pengendalian vektor : semua anjing yang ada pemiliknya untuk divaksinasi anti rabies.
2. Penyakit Menular Langsung :
a. TB Paru :
Penderita : setiap seseorang menderita batuk dan sudah lebih 2 minggu ? datang ke sarana pelayanan kesehatan/petugas kesehatan ? agar memeriksakan sputum nya sebanyak 3 kali (sputum saat di depan petugas, sputum pada pagi hari saat bangun tidur, sputum sekali lagi saat di depan petugas) ? yang positif TB Paru ? diobati sesuai indikasinya dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
b. Diare :
Penderita : setiap seseorang buang air besar dengan frekuensi lebih dari biasanya dengan konsistensi lebih encer dari biasanya ? agar minum Oralit atau Larutan Garam Gula untuk mencegah dehidrasi ? kalau tidak ada perbaikan atau menjadi semakin parah ? agar datang ke sarana pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
c. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Pnemonia) :
Penderita : setiap balita batuk pilek dengan nafas cepat ? seorang ibu dapat menghitung nafasnya, untuk anak balita (1 – <5 tahun) nafas cepat apabila > 40 kali/menit, untuk bayi umur 2 – <12 bulan nafas cepat apabila > 50 kali/menit, dan untuk bayi < 2 bulan nafas cepat apabila > 60 kali/menit , atau nafas sesak apabila ada tarikan dinding iga ? kalau ada indikasi tersebut maka seorang ibu harus segera membawa ke sarana pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
d. Kusta :
Penderita : untuk daerah endemis kusta ? setiap seseorang dengan kelainan kulit ? di-test anaesthesi/hypo anaesthesi ? kalau positif anaesthesi/hypo anaesthesi ? ada indikasi suspect kusta ? segera datang ke sarana pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Jakarta, September 2011.