Workshop Advokasi Dasar Untuk Kanker

WORKSHOP ADVOKASI DASAR UNTUK KANKER

 1. Latarbelakang

Indonesia telah melalui 2 tahun pertama pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program JKN merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan merupakan bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan  dasar hidupnya yang layak. Pada pelaksanaan JKN melibatkan banyak sekali pihak baik Pemerintah selaku penentu kebijakan, BPJS  Kesehatan selaku pelaksana, Badan Penyelenggara Pengadaan Obat, Rumah Sakit, Farmasi, Pabrik obat, dan masih banyak lagi pihak yang terkait. Sarana dan prasarana kesehatan terus menerus diupayakan perbaikannya. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker, juga merupakan salah satu aspek yang perlu diberikan perhatian lebih baik dari sisi jumlah, tingkat kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk dapat menangani pasien dengan baik, dan sebaran yang merata di seluruh kepulauan Indonesia. Aspek pembiayaan atau dana yang tersedia dalam pelaksanaan JKN tentunya juga harus mendukung seluruh kegiatan.

Kompleksitas dari pelaksanaan sistem kesehatan JKN ini menyebabkan banyak sekali isu terkait implementasi di lapangan dari aspek Kebijakan, aspek kepesertaan, aspek pelayanan kesehatan maupun aspek fasilitas kesehatan.

Sehubungan dengan isu-isu tersebut maka dalam rangka peningkatan kapasitas tenaga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Pasien terkait pelaksanaan JKN, Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Yayasan Kusuma Buana dan PT Roche Indonesia mengundang Perdhaki ikut dalam Workshop Advokasi Dasar, yang diselenggarakan pada tanggal 23 November 2016.

Advokasi merupakan pendekatan atau suatu upaya untuk mempengaruhi kebijakan publik melalui bermacam-macam bentuk komunikasi persuasif. (JHU,1999)

  1. Tujuan

Tujuan utama pelaksanaan kegiatan Workshop advokasi kesehatan adalah meningkatnya dukungan kebijakan serta anggaran dan sumber daya lainnya untuk program kesehatan, baik dari aspek promotif, preventif, maupun kuratif dan rehabilitatif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini diharapkan para anggota organisasi LSM dapat melakukan kegiatan advokasi di bidang kesehatan dengan baik kepada sasaran, dan melalui mitra yang tepat, di tingkat kabupaten/kota, maupun provinsi.

  1. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan JKN :
  • Kurangnya Kebijakan-kebijakan yang mendukung kelancaran implementasi
  • Terbatasnya ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan pasien
  • Fasilitas kesehatan yang terbatas, baik untuk penegakan diagnosa, maupun untuk pengobatan. Kebanyakan RS berada di kota-kota besar menyebabkan sulitnya pasien di daerah utnuk berobat
  • Jumlah dokter dan tenaga kesehatan lain yang terbatas, terutama di daerah (rural).
  1. Materi Workshop
  • Implementasi Layanan Kesehatan pada sistem JKN
  • Implementasi layanan Kesehatan bagi pasien kanker di era JKN
  • Hak-hak pasien terhadap akses pengobatan
  • Konsep dasar Advokasi (Perencanaan & Strategi)
  • Kemitraan dalam upaya advokasi
  1. Hasil Identifikasi masalah dalam Diskusi Kelompok
  • Banyak penderita yang datang ke pelayanan kesehatan setelah stadium lanjut.
  • Obat – obatan yang terbatas, dimana tidak semua obat – obat Kanker dicover BPJS
  • Terbatasnya fasilitas kesehatan (RS ) yang menangani pasien Kanker
  • Antrian yang panjang dalam penanganan penyakit seperti untuk pelaksanaan kemotherapy dan radiasi membuat pasien harus menunggu lama
  • Tenaga kesehatan untuk melayani pasien terbatas
  • Minimnya upaya preventif dan promotif

Pada kesempatan itu pula masing-masing Organisasi dibuatkan roll-banner yang berisi informasi tentang penjelasan singkat organisasi, Visi-Misi, cakupan, fokus kegiatan,dll dan kami sertakan fotonya pada tulisan ini. (MS & JF)

Iklan