Rekomendasi Rapat Koordinasi PERDHAKI Wilayah (RAKORWIL) 2012

REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI PERDHAKI WILAYAH (RAKORWIL) 2012
Dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2012 di Jakarta

Peran Perdhaki Wilayah
Meskipun ada banyak kesulitan mengenai tenaga yang mau aktif di pengurus, kesulitan mencari tenaga eksekutif (yang dibayar), kesulitan menngumpulkan dana dari Unit (iuran anggota), policy pemda yg berbeda-beda di setiap kabupaten, Perdhaki Wilayah “berniat” untuk melakukan sejumlah kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Perdhaki Wilayah berniat: Kerja sama dengan Lembaga-lembaga lain:
1.Pemda (Gubernur, Bupati, dll)
2.Dinas Kesehatan setempat
3.Dinas-dinas lain yang bisa mendukung
4.NGO-NGO lain (DN & LN: Aisyiyah, Muslimat, dll)
5.Lembaga-lembaga Pemerintah yang lain (BLK, dll)
6.Komisi-Komisi Keuskupan
7.Paroki-Paroki (pastor, tokoh agama, Kelompok Umat Basis, kader masyarakat)
8.Masyarakat (partisipasi masyarakat)
9.PJP
10.Komunitas Medis Katolik Indonesia (KMKI)
11.Jamkesmas, Jampersal, PKH

• Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan:
o Untuk pimpinan unit (kepemimpinan, manajemen modern)
o Staf Unit (pengetahuan, keterampilan)
• Pelatihan didahului dengan evaluasi sebelum (untuk mengetahui kebutuhan) dan sesudah (untuk mengetahui hasil pelatihan)
• Selain pelatihan (meningkatkan skill) perlu ada lingkungan yang mendukung /budaya kerja /awareness
• Kerjasama dengan YPMK atau lembaga pelatihan lain (YPMK menyediakan narasumber dengan fee terjangkau)
• Menghimbau pimpinan Tarekat:
o Membina unit-unit milik tarekat yang berada di daerah-daerah
o Mendorong biarawati pimpinan unit agar berperan serta aktif dalam kegiatan-kegiatan Perdhaki Wilayah
o Biarawati yang pimpinan unit agar terbuka untuk perubahan
o Upgrading para biarawati
o Refleksi tentang arah pelayanan kesehatan Tarekat (mau dibawa kemana?)
• Dikomunikasikan oleh Perdhaki Pusat kepada IBSI
• Membina kerja sama antar Unit-unit kesehatan di wilayahnya dalam program-program /keperluan bersama (misalnya pengolahan limbah)
• Mengaktifkan RAT (Rapat Anggota Tahunan) wilayah, untuk meningkatkan peran-serta unit-unit
• Mengaktifkan pertemuan Regio (yang mencakup beberapa Perdhaki Wilayah: misalnya Regio Sumatera, Regio NTT, dll) dengan melibatkan Yayasan secara aktif, untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi/diketemukan di regio tersebut. Didahului dengan “Pra-meeting” pengurus yayasan untuk menetapkan agenda –nya
• Memperkuat internal Unit Kesehatan:
o Skema insentif untuk karyawan
o Komunikasi baik antara direksi dengan biarawati pimpinan
• Meningkatkan kegiatan-kegiatan inovatif untuk penggalian dana dan sustainability program:
o Pemeliharaan sapi bersama masyarakat
o Warung
o Kerja sama dengan BLK
o Kerja sama dengan Perusahaan, dalam kerangka CSR
o Melibatkan pejabat/isteri pejabat dalam kegiatan
o Tarekat melakukan share modal utk mengelola usaha tertentu (misalnya apotek)
• Pada setiap RAKORWIL agar ada sharing tentang “Best Practice” dari masing-masing Perdhaki Wilayah, untuk pembelajaran bagi Perdhaki Wilayah yg lain
• Masing-masing Perdhaki Wilayah agar menyiapkan laporan kegiatan “Best Practice” untuk disampaikan di Rakorwil
• Perdhaki Pusat agar “menangkap” program-program bantuan dan kemudian menyerahkan kepada Perdhaki Wilayah untuk melaksanakannya
o Program TB di kupang
o Program KIA di Larantuka

Iklan