PT Karya Dharma Utama, Sebuah Karya Dalam Harapan

PT Karya Dharma Utama, sebuah karya dalam harapan.

Kilas balik
Seluruh unit Perdhaki di Indonesia mungkin sudah mengenal PT Karya Dharma Utama atau yang sering disebut dengan KDU saja. Sedikit melakukan kilas balik tentang KDU, pada awalnya adalah Seksi Logistik Perdhaki yang mempunyai tugas mendistribusikan obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) ke banyak unit Perdhaki yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada awal tahun 2004 ada tuntutan dari Kantor Pelayanan Pajak agar Perdhaki dikukuhkan sebagai Perusahaan Kena Pajak karena kegiatannya dalam pelayanan obat-obatan. Oleh karena Perdhaki adalah suatu perkumpulan sosial maka tuntuan itu tidak dapat dilakukan sehingga sebagai solusinya Seksi Logistik harus menghentikan kegiatannya.
Agar Perdhaki tetap dapat memberikan pelayanan kepada unit-unit anggota Perdhaki, maka Badan Pengurus Perdhaki memutuskan untuk membentuk perseroan terbatas yang diberi nama PT Karya Dharma Utama. Tujuan dengan adanya PT KDU melayani unit kesehatan anggota Perdhaki dalam pengadaan obat dan alat-alat kesehatan serta produk-produk lainnya, menghimpun dana untuk menunjang kegiatan usaha, memperoleh hasil usaha yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi unit-unit anggota Perdhaki.
Dalam perjalanan waktu apa yang diharapkan dalam pembentukan PT KDU belum berjalan sesuai yang diharapkan, sangat jauh bila dibandingkan pada saat masih bernama Seksi Logistik Perdhaki. Sampai pada saat ini PT KDU belum dapat memberikan hasil yang maksimal untuk bisa menunjang kegiatan yang diperuntukkan bagi unit anggota Perdhaki seperti yang tercantum di dalam visi, misi, tujuan pendirian PT KDU. Sejauh ini peran PT KDU sekurang-kurangnya baru mendukung rapat paripurna anggota (RPA) Perdhaki sebagai penggalang dana. Perusahaan obat dan alkes yang berpameran yang berperan sangat besar dalam terselenggaranya RPA selama ini sebagaian besar adalah rekanan PT KDU yang produknya didistribusikan PT KDU kepada unit-unit yang memesan.

Saat ini
Perkembangan dalam perundangan yang mengatur perdagangan obat dan alat kesehatan menjadikan PT KDU kurang dapat bersaing karena pedagang besar farmasi (PBF) lainnya terutama yang besar sudah dapat menjangkau sampai ke daerah-daerah dan hal tersebut yang sampai saat ini belum dapat dilakukan PT KDU. Begitu juga di dalam bidang alat kesehatan, banyak unit-unit kesehatan Perdhaki terutama yang besar apabila membeli alat-alat kesehatan lebih senang membeli langsung kepada agen tunggal atau distributor daripada melalui KDU. Kedua hal tersebutlah yang saat ini menjadi tantangan PT KDU untuk dapat menjalankan visi, misi dan usahanya.
Sejauh ini, berlaku pemahaman bahwa membeli langsung kepada agen atau distributor akan lebih menguntungkan, karena kemungkinan bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Pemahaman tersebut tidaklah salah, tetapi menjadi kurang tepat apabila diterapkan di lingkungan Perdhaki dan PT KDU. Semuanya kembali pada visi dan tujuan pendirian PT KDU, yaitu memberikan manfaat bagi Perdhaki dan unit-unit anggota Perdhaki. Keuntungan yang diambil PT KDU tidaklah seberapa bila dibandingkan keuntungan yang diambil oleh agen atau distributor. Keuntungan yang sedikit itu apabila dikumpulkan dari sekian banyak unit anggota Perdhaki akan menjadi jumlah yang sangat besar yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh Perdhaki dan unit-unit anggota Perdhaki melalui kegiatan-kegiatan atau bentuk yang lainnya seperti yang diamanatkan dalam visi dan misi.

Opini dan Harapan
Bila diibaratkan (atau disejajarkan) dengan koperasi atau credit union (CU), walaupun tidak identik, semakin sering unit-unit membeli obat dan atau alat kesehatan melalui PT KDU akan semakin banyak dana yang dapat dikumpulkan oleh PT KDU dan dengan begitu PT KDU dapat semakin banyak memberikan kontribusi kepada Perdhaki dan unit-unit kesehatan anggota Perdhaki.
Sebagai misal, investasi untuk alat-alat kesehatan dan beberapa fasilitas pendukung untuk klinik maupun rumah sakit yang penting seperti instalasi pengolahan limbah adalah sangat mahal. Maka yang telah terjadi, beberapa unit kesehatan anggota Perdhaki mengontak KDU mengajukan pembelian secara kredit alat-alat kesehatan melalui KDU. Setelah dikontak, beberapa vendor bersedia memberikan kredit. Tetapi tidak semua vendor bisa memberikan fasilitas tersebut. Sebetulnya PT KDU bisa memberikan fasilitas tersebut apabila situasi dan kondisinya memungkinkan. Situasi dan kondisi yang seperti itu dapat terjadi hanya apabila PT KDU dapat mengumpulkan keuntungan dari pembelian-pembelian yang dilakukan oleh unit-unit anggota Perdhaki.
Andai kata kebutuhan tahunan untuk pembelian obat-obatan habis pakai dan alkes dari RS/RB anggota Perdhaki, sebesar 5 persennya saja diserahkan kepada KDU untuk pengadaannya (meliputi obat habis pakai dan alkes yang sederhana saja), maka akan ada dana yang cukup besar yang dapat dihimpun KDU. Dana ini akan bermanfaat untuk memberikan kredit pembelian alkes yang mahal-mahal kepada unit yang membutuhkan. Belum termasuk relasi PT KDU dengan distributor, dengan semakin banyaknya pemesanan obat dan alkes melalui PT KDU akan semakin mudah menarik distributor untuk ikut serta berpameran di RPA Perdhaki yang pada akhirnya menunjang kelancaran penyelenggaraan kegiatan RPA.
PT KDU bukanlah hanya semata-mata suatu perusahaan dagang yang tujuannya hanya menghasilkan uang, tetapi menghasilkan uang yang dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu Perdhaki dan unit-unit anggotanya. PT KDU tidak dapat berdiri sendiri dan bekerja sendiri, PT KDU butuh dukungan dari Perdhaki dan seluruh unit anggotanya, karena PT KDU lahir dari sana dan menjadi bagiannya. Dengan semangat communio yang menjadi salah satu misi dari Perdhaki, PT KDU bersama dengan Perdhaki dan unit-unit anggotanya dapat berkarya saling bahu-membahu mewujudkan visi dan misi masing-masing dalam menjawab tantangan zaman. (FAD)

Iklan