Mengintegrasikan Misi, Nilai-nilai dan Visi ke Dalam Pengurus Yayasan (bagian ke-3)

MENGINTEGRASIKAN MISI, NILAI – NILAI DAN VISI
KEDALAM PENGURUS YAYASAN
(bagian ke-3)

Pernyataan mengenai nilai – nilai sudah dibahas pada edisi yang lalu. Pertanyaan yang lebih relevan bagi kita semua adalah bagaimana kita dapat senantiasa berfokus secara berkesinambungan pada Misi, Nilai – nilai dan Visi?? Upayakan agar pernyataan Misi, Nilai – nilai yang kita hayati, serta visi senantiasa berada di hadapan kita, di hadapan pengurus Yayasan dan bagaimana Misi, Nilai – nilai yang kita hayati, serta visi bisa senantiasa terlibat dalam proses, kegiatan setiap langkah kita?

• Coba kaji misi, visi dan nilai – nilai yang kita yakini dengan tantangan – tantangan atau peluang – peluang yang ada di hadapan kita pada saat ini. Pastikan bahwa semuanya masih searah dan menjadi kekuatan yang menggerakkan kita untuk mencapai sasaran, rencana kegiatan, peluang – peluang dan kewajiban yang berada di hadapan kita untuk beberapa tahun ke depan.

• Pastikan bahwa misi, nilai-nilai yang kita percayai serta visi yang kita miliki masih merupakan acuan kita di dalam pengambilan keputusan pada pertemuan pengurus, dalam setiap reviu tahunan pada pertemuan tahunan, apakah komponen – komponen tadi masih menantang terutama asumsi – asumsi yang kita gunakan pada saat merumuskan visi dan misi kita pada saat awal itu. Jika perlu kita dapat menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi kini.

• Kaji kembali semua kebijakan, keputusan strategis dan pertanyakan apakah keputusan atau kebijakan itu masih relevan dan mendukung kita makin dekat ke arah Visi kita dan jalur Misi kita.

DINAMIKA DARI VISI
Unsur – unsur utama dari suatu misi yang hebat umumnya cukup jelas: sebab hal itu menggambarkan kondisi kini – di mana posisi hospital itu pada saat itu, dan di masa mendatang, suatu gambaran ke mana lingkungan akan berkembang; suatu pernyataan yang tajam mengenai tujuan RS ini akan menuju agar supaya tetap sukses di hari kemudian, serta keadaan atau kenyataan dimana RS itu akan berada apabila mampu melaksanakan langkah – langkah prioritas yang dirancang.

Suatu pernyataan visi seyogianya menantang dan terarah. Visi itu seharusnya merupakan sesuatu yang bertahan untuk diuji dalam jangka waktu tertentu. Dan seharusnya juga membangkitkan harapan, membangkitkan semangat dan kekuatan serta dapat diukur. Ia harus dapat mencerminkan tujuan dan dan jelas meskipun lingkungan sering bersifat dinamis, dan lingkungan cepat berganti.
Meskipun harus mengalami “tekanan” yang kuat karena amat menantang untuk dijangkau, namun seyogianya visi tetap realistis sehingga dapat dicapai, melalui kerja keras oleh seluruh jajaran pengurus dan manajemen. Visi ini harus mampu memberi inspirasi dan semangat, bahkan memperoleh komitmen yang kuat meskipun sering kita merasa harus mengejar umpan yang seolah – olah digantung di depan kita dan meskipun umpan itu bergerak maju bersama kita hendaknya kita melihatnya bahwa semangat meraih itu harus hidup juga di dalam jiwa kita. Seperti semangat “Ever Onward Never Retreat” yang menjadi semboyan Asian Games tahun 1960-an.

Selanjutnya komponen Nilai dalam Visi itu apa?
(Bersambung)

Iklan