World TB Day, 24 Maret 2010

Peringatan Hari TB (tuberkulosis) Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2010 di Jakarta diisii dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan RI dengan menyelenggarakan Seminar Sehari dan Stand Pameran. Adapun tema dari Seminar sehari tersebut adalah “ Tingkatkan Inovasi, Percepat Aksi Melawan Tuberkulosis! “
Stand pameran tersebut diiisi oleh beberapa institusi pemerintah dan swasta serta LSM. Peserta pameran tersebut antara lain : Promkes Depkes RI; KNCV; PT. Jamsostek; PP Aisyiyah; FKM UI; PPTI Pusat; Family Health International; PDPI/IDI; Yanmedik Spesialistik Depkes RI (Subdit RS Khusus); Perdhaki, World Vision Indonesia; Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta; RSPAD, PT Kimia Farma, PT Phapros, PT Indo Farma.

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis) yang ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882. Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. TB bukanlah penyakit keturunan atau penyakit akibat kutukan. Gejala penyakit TB antara lain batuk berdahak ? 2-3 minggu, batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri pada dada, nafsu makan berkurang, berat badan menurun atau menjadi kurus, demam tidak terlalu tinggi, keringat di malam hari meskipun tidak beraktifitas.

Masalah TB di Indonesia merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Dalam waktu 1 tahun, 1 orang penderita TB dapat menularkan penyakitnya pada 10 sampai 15 orang di sekitarnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita TB ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan Cina. Hal yang mempengaruhi meningkatnya jumlah penderita TB di Indonesia antara lain :
• kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat
• kegagalan dari program TB akibat dari :
– tidak memadainya komitmen politik dan pendanaan
– tidak memadainya organisasi pelayanan TB (kurang terakses oleh masyarakat, penemuan kasus/diagnosis yang tidak standar, obat tidak terjamin penyediaannya, tidak ada pemantauan, pencatatan dan pelaporan yang standar, dan lain lain)
– infrastruktur kesehatan yang tidak memadai
• dampak pandemi HIV
• berkembangnya MDR (Multi Drug Resistance)

Pada awal tahun 1990-an WHO dan IUATLD (International Union Against TB and Lung Diseases) telah mengembangkan strategi penanggulangan TB yang dikenal sebagai strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) dan telah terbukti sebagai strategi penanggulangan yang secara ekonomis paling efektif. Penerapan strategi DOTS secara baik, disamping secara cepat menekan penularan, juga mencegah berkembangnya MDR. Fokus utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien serta prioritas diberikan kepada pasien TB tipe menular. Strategi ini akan memutuskan penularan TB sehingga terjadi penurunan insidens TB di masyarakat. Ada 5 komponen kunci strategi DOTS :
1. komitmen politis dengan pendanaan yang meningkat dan berkesinambungan;
2. penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya;
3. tatalaksana pengobatan standar melalui supervisi dan pengawasan;
4. sistem manajemen logistik obat yang bermutu dan efektif;
5. sistem monitoring dan evaluasi termasuk penilaian dampak dan kinerja program.

Target program penanggulangan TB adalah tercapainya penemuan penderita baru TB BTA (batang tahan asam) positif paling sedikit 70% dari perkiraan dan menyembuhkan 85% dari semua penderita tersebut serta mempertahankannya. Dengan demikian diharapkan dapat menurunkan tingkat prevalensi dan kematian akibat TB hingga separuhnya pada tahun 2010 dibanding tahun 1990, dan mencapai target millenium development goals (MDGs) pada tahun 2015. Dalam pencapaian target yang telah ditetapkan tersebut diperlukan juga 7 strategi utama pengendalian TB yang meliputi :
Ekspansi “Quality DOTS”
1. Perluasan dan peningkatan pelayanan DOTS yang berkualitas
2. Menghadapi tantangan baru, TB-HIV, MDR-TB
3. Melibatkan seluruh penyelia pelayanan
4. Melibatkan penderita & masyarakat
Didukung dengan Penguatan Sistem Kesehatan
5. Penguatan kebijakan & kepemilikan daerah
6. Kontribusi terhadap sistem pelayanan kesehatan
7. Penelitian operasional
Upaya-upaya terobosan yang diambil dalam penanggulangan TB yakni :
o Penguatan Gerdunas TB untuk memperkuat extended response
o Pengembangan Rencana Strategis Pengendalian TB berbasis bukti dan fakta
o Pengembangan fasilitas layanan TB di RS, DPS (Dokter Praktek Swasta) dan UPK (unit pelayanan kesehatan) lainnya
o Penguatan kapasitas manajemen dan teknis program pada semua tingkatan
o Penguatan dan pengembangan sistem informasi / surveilans
o Pengembangan kolaborasi TB – HIV, MDR – TB
o Penguatan sistem distribusi logistik
o Peningkatan advokasi dan kemitraan
o Peningkatan advokasi komunikasi mobilisasi sosial
o Perencanaan dan dukungan dana yang memadai (APBN:anggaran pendapatan dan belanja negara, APBD: anggaran pendapatan dan belanja daerah dan donor)

Pembicara dari Aisyiyah Dr. Atikah M.Zaki, MARS mengatakan bahwa pada tahun 2000, strategi DOTS dilaksanakan secara nasional di seluruh UPK terutama Puskesmas yang diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan dasar sehingga dalam kebijakan dunia melalui MDGs, pada tahun 2015 diharapkan 50% penderita TBC dapat disembuhkan. Maka untuk tujuan tersebut, keterlibatan semua sektor baik pemerintah maupun swasta, civil society, juga keterlibatan stake holders harus ditingkatkan termasuk di dalamnya LSM, FBO (faith based organization), organisasi profesi (termasuk Aisyiyah, PPTI (Perkumpulan Penanggulangan TB Indonesia, dan lain lain)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sr. Margaretha FSGM bersama MenKes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH, DR.PH.

Permasalahan TB merupakan suatu beban dan tantangan yang kompleks sehingga diperlukan suatu terobosan dan penguatan dari manajemen program (komitmen, respons dan keterpaduan dari perencanaan-perencanaan, pelaksanaan, penilaian) dan layanan melalui upaya penggerakan partisipasi masyarakat dengan didukung oleh petugas yang sudah dipersiapkan dan diberi pelatihan-pelatihan khusus serta terjalinnya kerjasama dari semua sektor yang terlibat. Tulus ikhlas dan bertujuan hanya untuk kebaikan masyarakat banyak merupakan motivasi kerja yang perlu dikembangkan. (In)

Mari Bertekad Bersama, Bertarget Bersama Untuk Penanggulangan TB karena ini adalah Tugas dan Tanggung Jawab Bersama.

Iklan