Peraturan Menkes

Submitted by administrator on Fri, 12/23/2011 - 07:23

PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI No 28 Tahun 2011 TENTANG KLINIK: Dampak terhadap KLINIK*
TUJUAN PEMBICARAAN
1. Identifikasi peluang dan kendala pasca PERMENKES 28/2011 tentang KLINIK
2. (Re-)Positioning KLINIK Katolik
3. Diskusi Solusi masa mendatang
LATAR BELAKANG Pengaturan di bidang Klinik: KESELAMATAN PASIEN

KESELAMATAN PASIEN…?
• Sejauh mana klinik dapat membahayakan keselamatan pasien ....?
– Klinik menyelenggarakan sectio caesaria ..
• Faktor2 yang berpengaruh terhadap keselamatan pasien (saat ini berbeda dengan dahulu ...)
– Fasilitas
– Peralatan
– Tenaga

TUJUAN PENGATURAN
• memberikan perlindungan kepada pasien, masyarakat dan sumber daya manusia di rumah sakit;
• mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit;
• memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan rumah sakit

DEFINISI KLINIK

PENGATURAN KLINIK : Dampak Bagi KLINIK Katolik
• STATUS KLINIK
• Syarat-syarat penyelenggaraan sebuah klinik
• Kewajiban-kewajiban klinik
• Pembinaan dan Pengawasan
• Sanksi
*Oleh Antonius Herkutanto, Wakil Ketua Pengurus Pusat PERDHAKI, Guru Besar Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal – UI, Ketua Kompartemen Hukum PERSI, Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Disampaikan pada Pertemuan Surabaya IBSI – Perdhaki 11-12 Oktober 2011.

JENIS KLINIK

BENTUK LAYANAN

KEPEMILIKAN

SYARAT OPERASIONAL KLINIK

SYARAT FISIK KLINIK

PERALATAN KLINIK

KETENAGAAN

PENYELENGGARAAN

KEWAJIBAN KLINIK

KEWAJIBAN PIHAK PENYELENGGARA

TARIF

PEMBINAAN

PENGAWASAN
BAGAIMANA DENGAN KLINIK2 UNIT PERDHAKI .......... ??? Gambaran singkat di suatu wilayah kerja PERDHAKI
PERMASALAHAN AKTUAL
1. Kepemilikan
Semua tidak ada masalah karena sudah dimiliki oleh yayasan atau perkumpulan.

2. Ketenagaan
A. Medis (dokter)
• Ada 1 unit yang menyediakan pelayanan spesialistik tetapi belum memliki dokter spesialis yang bersangkutan.
• Ada 2 unit yang baru memiliki satu orang dokter/dokter gigi (seharusnya minimal 2 orang).
• Dari 2 unit yang buka 24 jam, tidak ada yang punya dokter yang stand-by 24 jam, hanya ada tenaga kesehatan lain (mungkin perawat).
B. Farmasis
• Ada kesan pengisi kuesioner belum paham apa yang dimaksud dengan tenaga kefarmasian. Akan tetapi, dapat disimpulkan bahwa hanya 3 unit yang memiliki apoteker.
C. Manajemen
• Ada 6 unit yang pimpinannya bukan dokter.
• Ada 3 unit yang pimpinannya sehari-hari tidak berperan sebagai penanggung jawab.
• Ada 1 unit yang pimpinannya sehari-hari tidak berperan sebagai pelaksana pelayanan.
D. Umum
• Pada 1 unit, masih ada tenaga kesehatan non-dokter/dokter gigi yang belum memiliki surat izin sesuai peraturan yang berlaku.
PENYELENGGARAAN
a. Rawat inap (2 unit)
• Jumlah tempat tidur sudah benar.
• Keduanya tidak punya laboratorium.
• Satu unit tidak punya dapur gizi.
• Satu unit tidak punya ambulans.
b. Rawat jalan (semua unit)
Bangunan
i. Masih ada 1 unit yang bangunannya tidak permanen.
ii. Masih ada 1 unit yang bangunannya bergabung dengan tempat tinggal atau unit kerja lainnya.
iii. Ada 1 unit yang tidak punya ruang konsultasi dokter.
iv. Ada 1 unit yang tidak punya ruang administrasi.
v. Ada 2 unit yang tidak punya instalasi sirkulasi udara.
vi. Ada 4 unit yang tidak punya sarana pengelolaan limbah.
vii. Fasilitas bangunan lain sudah lengkap untuk semua unit.
PERALATAN
• Ada kesan pengisi kuesioner belum paham masalah izin edar dan kalibrasi alat-alat.
• Ada 6 unit yang menyatakan tidak tahu atau tidak memiliki izin edar untuk alat-alatnya.
• Ada 6 unit yang menyatakan tidak tahu atau tidak mengkalibrasi alat-alatnya.
• Tidak ada unit yang memiliki alat radiologis
PERIZINAN
• Ada 1 unit yang izinnya tinggal berumur 6 bulan atau kurang.
• Ada 2 unit yang belum memiliki daftar semua tenaga kerja yang ada.
• Semua unit sudah menjalankan pelaporan ke Dinas Kesehatan.
• Semua unit sudah memiliki papan nama.
MASALAH UMUM UNIT PERDHAKI
• Kebanyakan unit belum memenuhi syarat-syarat dalam Permenkes tentang Klinik.
• Pemahaman pimpinan unit akan istilah-istilah dalam Permenkes masih kurang, termasuk beberapa istilah yang cukup dikenal dalam karya kesehatan.
• Dari segi fisik, kekurangan yang paling menonjol adalah pada sarana pengelolaan limbah.
• Dari segi ketenagaan, masih ada kekurangan di semua lini, baik kekurangan jumlah, pengaturan waktu bertugas (khususnya untuk yang buka 24 jam), maupun kelengkapan surat-suratnya.
• Kekurangan tenaga yang paling menonjol adalah kekurangan tenaga kefarmasian.
• Beberapa unit memerlukan restrukturisasi agar memenuhi syarat dalam Permenkes, yaitu bahwa pimpinan harus seorang dokter yang sehari-hari memberikan pelayanan.
RESUME MASALAH
• Pada dasarnya kegiatan kesehatan di gereja adalah karya sosial yang merupakan respons ketidakmampuan pemerintah terhadap masalah kesehatan. Masalah yang dihadapi:
• Keterbatasan SDM
– Penanggung jawab klinik bukan dokter
– Tenaga perawat masih lulusan SPK
– Belum ada tenaga apoteker
• Kesulitan pengolahan limbah padat dan cair
• Unit belum memiliki SOP
• Kesulitan kalibrasi alat-alat medik
• Kesulitan dana (finansial)
• Kesulitan perizinan, terutama jika lokasi berdekatan dengan Puskesmas atau RS
• Kompetisi dengan praktek/klinik sekitar
SOLUSI ..... ?
• Mohon pemikiran masukan ........
Pembentukan Konsorsium unit2 klinik PERDHAKI
1. kesepakatan pada tingkat wilayah ....?
2. Fokus pada problem2 ketenagaan ......
TERIMA KASIH

©2013. Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) - Association of Voluntary Health Services of Indonesia