37 tahun PERDHAKI

Submitted by admin on Fri, 08/07/2009 - 04:27

Pemotongan tumpeng HUT Perdhaki ke-37 oleh dr. Widyo Slamet Budiman, anggota Badan Pengurus, diserahkan kepada dr. Felix Gunawan, Direktur Eksekutif Perdhaki.Pemotongan tumpeng HUT Perdhaki ke-37 oleh dr. Widyo Slamet Budiman, anggota Badan Pengurus, diserahkan kepada dr. Felix Gunawan, Direktur Eksekutif Perdhaki.
22 Juli 2009 Perdhaki genap berusia 37 tahun sejak dilahirkan dalam Rapat Kerja Kesehatan Katolik pada 22 Juli 1972 oleh para pendiri dan pemrakarsanya. Peristiwa ini diperingati dengan perayaan misa syukur di kantor Perdhaki, dipimpin oleh Romo Alex Sugiarto, OFM. Beliau adalah seorang Pastor yang bertugas untuk RS St. Carolus. Setengah jam sebelum perayaan misa, beliau masih bertugas memberikan baptis darurat kepada seorang bayi.

Situasi ini tampaknya mengilhami beliau untuk menyampaikan melalui homili, agar kita semua mohon pengampunan kepada Tuhan, karena dalam menjalankan tugas sering mewarnai dengan keluhan dan gerutuan, baik sadar maupun tidak. Kerja sering terasa tiada habisnya atau timbulnya ketidakpastian apakah suatu kegiatan akan berjalan dengan sukses, dll. Seperti bani Israel yang dibebaskan dari perbudakan di Mesir, dalam pengembaraan di padang gurun mereka menggerutu karena kekurangan air, kurang makanan, kurang lauk. Tetapi Allah mengucurkan air bagi mereka dari batu yang dipukul tongkat Nabi Musa, mengirimkan manna pada pagi hari, burung puyuh pada malam hari, karena mereka adalah umat-Nya. Saat ini pun, karena kita adalah umatnya, Allah menyertai kita dan memberi apa-apa yang kita perlukan. Maka, tidak tepatlah menggerutu. Yang benar adalah bersyukur. Kita perlu mencermati apa saja yang Tuhan telah berikan kepada kita.

Setelah misa berakhir, dilanjutkan dengan acara syering refleksi pengalaman berlayar dengan biduk Perdhaki oleh beberapa karyawan Perdhaki, Yayasan Pengembangan Manajemen Kesehatan (YPMK) dan Karya Dharma Utama (KDU). Di antarnya dr. Felix Gunawan, Direktur Eksekutif Perdhaki, bersyering bahwa kerja Perdhaki adalah meniru Yesus yang tidak mengiklankan diri. Itu sebabnya tidak pernah masuk di TV One. Namun demikian sudah membuat orang lumpuh berjalan, orang buta bisa melihat, orang sedih dihibur yang dilaksanakan melalui unit-unit anggota Perdhaki.

Pada kesempatan ini karyawan saling menghibur. Pembawa acara berkostum punakawan Semar (Dewi) dan Petruk (Vicky) sehingga mengundang tawa teman-teman yang memandangnya. Meskipun dalam misa ada saja yang tiba-tiba menutup mulutnya menahan geli. Lebih-lebih karena masih ada lagi Gareng (Resti) dan Bagong (Andri). Semar dan Petruk membawakan puisi berjudul "Waktu" yang mengisahkan 37 tahun perjalanan biduk Perdhaki dengan "penumpang" (karyawan) yang silih berganti. Namun masing-masing mendapat makna khusus yang berbeda-beda dalam hatinya masing-masing. Kemarin hanyalah kenangan, hari ini dan esok adalah harapan. Menjelang akhir acara keempat punakawan mempromosikan credit union (CU) kepada karyawan Perdhaki, yang saat ini sudah dapat memberikan pinjaman sebesar 7,5 juta rupiah dengan bunga 1,5%.

YPMK dan KDU merefleksikan perjalanan Perdhaki selama 37 tahun dengan puisi "37 tahun Perdhaki" yang terinspirasi oleh lagu alm. Michael Jackson One day in your life. Lagu ini dinyanyikan oleh seluruh hadirin setelah pembacaan puisi selesai. Melalui puisi diungkapkan, bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga dan Perdhaki adalah keluarga kami semua. Namun mau tak mau perpisahan akan terjadi dan ini meninggalkan kesedihan. Seperti anggota keluarga yang beranjak besar, satu per satu meninggalkan rumah untuk belajar di luar kota, bekerja, atau menikah, atau meninggal dunia. Teman-teman yang semula di bagian logistik obat-obatan Perdhaki lebih dulu telah melangkahkan kaki. Disusul oleh YPMK, juga mereka yang purna bakti, bahkan mereka yang lebih dulu telah menghadap Sang Pencipta. Benarlah kiranya, ketika harus pergi terasa ada yang hilang, tetapi di baliknya ada hikmat tersendiri, dan biduk Perdhaki terus melaju ...

Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh dr. Widyo Slamet Budiman, anggota Badan Pengurus Perdhaki yang hadir. Selanjutnya diserahkan kepada dr. Felix Gunawan, dilanjutkan dengan makan siang bersama. **els

SELAMAT DAN SUKSES KEPADA PERDHAKI YANG BERULANG TAHUN KE-37

©2013. Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) - Association of Voluntary Health Services of Indonesia